Amnesty: 2019 Adalah Tahun Represi dan Perlawanan di Asia

Nathania Riris Michico
Nicholas Bequelin, Direktur Divisi Asia Timur dan Pasifik di Amnesty International. (FOTO: AFP/A. WALLACE)

Ratusan ribu warga muslim terancam kehilangan kewarganegaraannya karena sebuah undang-undang baru yang menyatakan bahwa "warga negara India adalah warga Hindu".

Banyak pemerintahan di Asia menuduh kelompok-kelompok minoritas tidak patriotis dan sudah menjadi antek asing. Banyak aktivis yang diserang ramai-ramai di media sosial.

Sekalipun begitu, banyak yang ditarik kembali, setelah aksi protes meluas, aktivis tetap bertahan dan pantang menyerah. Dalam banyak kasus, upaya mereka tidak sia-sia.

Di Taiwan, perjuangan aktivis LGBT membuahkan hasil. Pemerintah akhirnya mengizinkan pernikahan sesama jenis.

Di Sri Lanka, aksi protes akhirnya berhasil membatalkan eksekusi mati. Di Brunei, undang-undang hukuman rajam terhadap perempuan yang dituduh melakukan zina ditarik kembali.

Di Hong Kong, pemerintahan otonomi akhirnya membatalkan rencana UU Ekstradisi. Kendati demikian, hingga kini masih banyak warga yang berunjuk rasa menuntut kebebasan dan demokrasi.

"Para pengunjuk rasa di Asia harus mengalami banyak hal pada 2019. Namun ini tidak membuat mereka gentar. Suara mereka ditindas, tetapi suara mereka tidak bisa disenyapkan. Dan bersama-sama mereka mengirim pesan yang lantang dan berani kepadap para penguasa, yang makin mabuk kekuasaan dan tidak segan-segan menginjak-injak hak asasi manusia," kata Nicholas Bequelin.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Mobil
21 jam lalu

Tak Punya Peluang Kejar Mobil China, Honda Kembali ke Strategi Lama

Seleb
2 hari lalu

Viral Gajah Mati Diduga akibat Dicat Pink demi Konten Medsos, Ini Faktanya!

Nasional
6 hari lalu

Batal ke Eropa, Wisatawan RI Geser Liburan ke China dan Jepang imbas Konflik di Timur Tengah

Internasional
8 hari lalu

Trump Klaim Iran Setujui Sebagian Besar Rencana Perdamaian AS untuk Akhiri Perang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal