"Termasuk tindakan yang berkaitan dengan perlindungan infrastruktur penting dan fasilitas militer," bunyi pernyataan, seperti dikutip dari BBC, Kamis (15/1/2026).
Lanud Al Udeid, berada di lahan seluas 24 hektare di luar Ibu Kota Doha, merupakan pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah. Pangkalan tersebut digunakan sebagai markas besar militer AS untuk semua operasi udara di Timur Tengah. Di dalamnya menampung sekitar 10.000 personel. Selain dari AS, beberapa personel militer Inggris juga bertugas secara bergilir.
Ali Shamkhani, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan, militernya mengetahui bagaimana cara menyerang Lanud Al Udeid, berdasarkan pengalaman tahun lalu. Diketahui salah satu rudal balistik Iran menghantam pangkalan tersebut meski tak ada korban.
Dia juga memperingatkan Presiden AS Donald Trump, serangan pada Juni tahun lalu menunjukkan kemampuan Iran untuk membalas serangan apa pun.
"Hal itu tentu akan membantu menciptakan pemahaman nyata tentang kemauan dan kemampuan Iran dalam membalas serangan apa pun," tulis Shamkhani, di media sosial X.
Misi AS di Arab Saudi juga meminta para personel dan warganya untuk meningkatkan kewaspadaan serta membatasi perjalanan yang tidak penting ke instalasi militer mana pun di wilayah tersebut.