Alasan Teknis Mengapa Pilot Lebih Sulit Mengendalikan Boeing 737 Max

Nathania Riris Michico
Boeing 737 Max. (FOTO: AP PHOTO/ T. WARREN)

Persaingan ketat dan masalah aerodinamika Boeing 737

Dilaporkan Deutsche Welle, Kamis (14/3/2019), sekitar 10 tahun lalu, Boeing memutuskan membuat pesawat baru menggantikan model 737 yang merupakan pesawat paling laris dalam sejarah penerbangan komersial. Persaingan bisnis pesawat memang makin ketat, dengan munculnya perusahaan dirgantara Eropa Airbus yang menyasar pasar di segmen yang sama.

Airbus cukup berhasil memasarkan model A320 yang laku keras untuk penerbangan jarak dekat. Boeing pun berusaha membalas langkah Airbus dengan model pesawat baru.

Secara teknis, A320 mampu mengakomodasi mesin yang lebih besar di bawah sayapnya, sedangkan model Boeing 737 tidak bisa melakukan itu dengan mudah, karena sayapnya lebih dekat ke tanah dibanding model Airbus.

Padahal, permintaan untuk jenis pesawat jarak dekat terus meningkat. Untuk mengembangkan model pesawat yang sama sekali baru, Boeing perlu investasi besar.

Namun perusahaan itu masih bersaing keras di segmen penerbangan jarak jauh dengan model 787, sebagai saingan model Airbus A350.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Danantara Kaji Perusahaan Leasing untuk Beli 50 Pesawat Boeing: Cari yang Paling Menguntungkan

57 tahun lalu

Danantara Kaji Bentuk Perusahaan Leasing untuk Beli 50 Pesawat Boeing

57 tahun lalu

Boeing Dihukum Bayar Rp599 Miliar ke Keluarga Korban Kecelakaan 737 MAX

57 tahun lalu

KPK Gelar Audiensi dengan Garuda Indonesia, Ingatkan Risiko Korupsi Pengadaan Pesawat Baru

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal