KBRI menemukan upaya pengelabuan (phishing) melalui surat elektronik dari pihak tidak bertanggung jawab yang mengklaim konten hak cipta.
Seluruh konten di Instagram KBRI Beijing tersebut, termasuk unggahan terakhir mengenai kewaspadaan Covid-19 varian Delta di China, telah dihapus oleh peretas.
"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini karena terganggunya pelayanan kami kepada publik," kata Dewi, seraya mengimbau masyarakat, baik di Indonesia maupun di China, untuk mengikuti pelayanan bidang pensosbud di lima akun media sosial resmi KBRI Beijing lainnya.
KBRI Beijing juga belum merasa perlu melaporkan peretasan tersebut ke pihak berwajib karena belum menemukan indikasi digunakan pelaku untuk melancarkan tindak kejahatan.