Aktivis GSF Kisahkan Kekejaman Tentara Israel, Dipukuli hingga Disetrum

Anton Suhartono
Para aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) dari berbagai negara mengungkapkan perlakuan tentara Israel terhadap mereka selama dalam penahanan (Foto: AP)

Webb-Pullman bergabung dengan GSF, bersama beberapa petugas medis Australia lainnya, untuk mengirim bantuan kemanusiaan dan medis ke Jalur Gaza.

Dia berinisiatif berangkat ke Gaza setelah mengetahui perlakuan buruk Israel terhadap rakyat Palestina, khususnya serangan terhadap layanan kesehatan.

Menurut Webb-Pullman, perlakuan pasukan Israel terhadap GSF cukup agresif. Bahkan kapalnya sempat ditembaki.

Selama penahanan, para aktivis diperlakukan kasar. Saat diturunkan dari apa yang disebutnya sebagai "kapal penjara", para aktivis diseret keluar ke pelabuhan dalam posisi yang menyiksa.

“Kami ditahan di sana selama lebih dari 1 jam, sementara tentara Israel memutar lagu kebangsaan berulang kali, dan mereka mengatakan, ‘Selamat Datang di Israel' seraya bersikap brutal terhadap semua orang (aktivis),” katanya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Lebanon Rugi Rp72 Triliun akibat Serangan Israel sejak 2 Maret, Belum Termasuk Kerusakan Ekonomi

57 tahun lalu

Menhan Israel Ancam Bunuh Pemimpin Tertinggi Mojtaba saat Iran Gelar Pemakaman Ali Khamenei

57 tahun lalu

Hamas Bubarkan Pemerintahan Gaza di Tengah Proses Gencatan Senjata dengan Israel

57 tahun lalu

Ari Lasso Suarakan Kemerdekaan Palestina di Panggung Prambanan Jazz 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal