Akibat Wabah Virus Korona, Keturunan Tionghoa di Prancis dan Kanada Alami Sentimen Rasis

Nathania Riris Michico
Seorang penulis China-Prancis menyebut sikap permusuhan yang dipicu oleh virus corona ini sebagai "serangan terhadap China". (FOTO: EPA)

Shana bilang tak ada penumpang bus yang membelanya. Maka dia memutuskan mengabaikan saja komentar itu sambil mendengar musik.

Shana mengaku dia malah sengaja pura-pura batuk dan mendengus untuk sengaja mempermainkan orang-orang di bus.

Cathy Tran mengatakan dia tak kaget akan reaksi orang-orang, dan virus korona jadi alasan orang bersikap rasis.

Bedaya, menurut Cathy, dia belum pernah mengalami derajat rasisme seperti sekarang ini.

"Jarang kami mendengar orang-orang Asia di Prancis bicara soal rasisme, karena kami biasa mengalami ini sambil berdiam diri. Namun kini kami merasa bersama, dan ini sudah kelewatan," katanya.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
23 jam lalu

Trump Belum Lihat Indikasi AS dan China Bakal Perang gara-gara Taiwan

Internasional
23 jam lalu

Takut Disadap, Staf Presiden AS dan Jurnalis Buang Ponsel Usai Kunjungan di China

Internasional
24 jam lalu

Usai Bertemu Xi Jinping, Trump Tunda Kirim Senjata Senilai Rp211 Triliun ke Taiwan

Internasional
2 hari lalu

Trump: AS-China Capai Kesepakatan Perdagangan Fantastis!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal