Ajaib, Perempuan Ini Lahirkan Bayi Secara Alami di Usia 49 Tahun setelah Divonis Tak Subur

Anton Suhartono
Angela, Abelino, dan Abel (Foto: Dok Pribadi)

Hanya saja, kata dia, jika hasil tes kehamilan menunjukkan positif, itu lebih besar kebenarannya, ketimbang kanker.

"Tes kehamilan (positif) jauh lebih mungkin berasal dari kehamilan daripada kanker ovarium," ujarnya, kepada Newsweek.

Angela dan suaminya, Abelino (58), pernah mengalami masa kesulitan memiliki anak. Mereka pun mengikuti program kehamilan dengan menghabislan dana 10.000 dolar AS. Namun di akhir program, dokter mengatakan kemungkinan Angela bisa hamil kurang dari 1 persen.

"Saat berusia 37 tahun, saya tidak menggunakan kontrasepsi karena suami dan saya ingin memulai sebuah keluarga. Saya mengalami tiga kali keguguran menyedihkan sebelum mencoba beberapa kali Inseminasi Intrauterin (IUI) untuk kesuburan. Pengobatan dengan memasukkan langsung sperma ke rahim. Kami mencobanya selama 7 tahun sebelum dokter mengatakan, kemungkinan jadi sangat tipis," ujar Angela.

Pada usia 45 tahun, Angela dan Abelino menyerah. Mereka pun memutuskan untuk fokus pada karier masing-masing. Sejak itu mereka berhubungan badan sekadarnya, tak terlalu berharap adanya kehamilan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?

57 tahun lalu

Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai

57 tahun lalu

AS Sebut Iran Bisa Hidup Senang jika Penuhi Syarat-Syarat Ini, Apa Saja?

57 tahun lalu

Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Banyak Manfaat jika Mau Berdamai, tapi...

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal