Agen CIA Tewas di Somalia, Penyebab Kematian Masih Misterius

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi agen mata-mata. (Foto: Pixabay)

Al-Shabaab diperkirakan memiliki antara 5.000 dan 9.000 milisi yang telah berjanji untuk menggulingkan Pemerintah Somalia—yang didukung oleh sekitar 20.000 tentara dari Uni Afrika.

Times melaporkan, agen spionase AS yang terbunuh adalah veteran operasi pasukan khusus, yang sebelumnya adalah anggota elite SEAL Team 6.

Pemerintahan Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan untuk menarik semua pasukan AS dari Somalia pada saat dia meninggalkan Gedung Putih pada Januari. Pada awal masa jabatannya, Trump memberikan Pentagon (Departemen Pertahanan AS) kebebasan untuk memperluas operasi mereka, lewat serangan udara dan serangan darat, di negara Afrika yang dilanda perang itu.

Akan tetapi, sebuah laporan resmi yang dirilis pada Februari mengatakan, meskipun serangan udara AS di Somalia dan bantuan AS untuk pasukan mitra Afrika terus berlanjut, al-Shabaab tampaknya menjadi ancaman yang berkembang yang bercita-cita untuk menyerang tanah air AS.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
3 jam lalu

Serangan AS ke Iran Tewaskan 53 Orang, Ratusan Luka

4 jam lalu

Trump Ancam Hancurkan Gunung Pickaxe Iran, Tempat Sembunyikan Nuklir

5 jam lalu

Menlu Rusia: AS Terlibat Langsung dalam Perang Ukraina!

7 jam lalu

AS Habiskan Rp671 Triliun untuk Perang Lawan Iran, Minta Tambahan Anggaran Lagi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal