Ini diperparah dengan kondisi iklim, di mana para ilmuwan memprediksi musim kering di Cape Town akan tiga kali lipat lebih parah pada 2100.
Dalam penelitian yang diterbitkan 2 pekan lalu di jurnal Environmental Research Letters, para ilmuwan menguraikan satu cara gila untuk menghindari bencana semacam itu.
Dalam makalah, sebagaimana diterbitkan surat kabar The Mail dan Guardian, para peneliti menyarankan penyuntikan partikel gas sulfurdioksida ke atmosfer di atas Cape Town. Gas akan membentuk awan besar di atas kota yang bisa menangkis terpaan sinar matahari, sehingga kondisi di bawahnya lebih sejuk.
Menurut peneliti, cara ini bisa mengurangi kemungkinan Day Zero hingga 90 persen, yang diprediksi melanda Cape Town pada 2100.
“Temuan kami menunjukkan, menjaga suhu rata-rata global pada level di 2020 melalui SAI akan mengimbangi risiko kekeringan Day Zero hingga 90 persen yang diproyeksikan terjadi pada akhir abad, menghindari risiko kekeringan serupa dengan tingkat saat ini," kata tim peneliti.