Pada 2017, dia menjadi satu dari hanya dua permpuan dalam patriarki Korut yang bergabung dalam politbiro, setelah bibinya Kim Kyong Hui.
Namun profesor studi Korut Universitas Kyungnam, Seoul, Lim Eul Chul, menilai terlalu dini untuk menyimpulkan peran Yo Jong telah padam.
"Masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan tentang statusnya karena dia masih anggota Komite Pusat dan ada kemungkinan dia mengambil posisi penting lainnya," kata Lim, dikutip dari Reuters, Senin (11/1/2021).
Komite Pusat juga memilih Kim Jong Un sebagai sekretaris jenderal Partai Pekerja, menggantikan posisi mendiang ayahnya Kim Jong Il. Kim Jong Il dinobatkan sebagai sekjen seumur hidup pada 2012 atau setahun setelah kematiannya.
Kim memegang kekuasaan hampir absolut di Korut setelah kematian Kim Jong Il. Setelah ayahnya dinobatkan sebagai sekjen abadi pada 2012, Kim Jong Un dijadikan sebagai sekretaris pertama.