Abaikan Desakan Trump, Pengadilan Israel Tetap Sidangkan Netanyahu

Anton Suhartono
Kejaksaan Agung Israel menolak permintaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menunda sidang lanjutan kasus korupsi (Foto: AP)

Netanyahu didakwa dengan beberapa tuduhan korupsi pada 2019 yakni penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu lalu menyerukan agar kasus korupsi Netanyahu dibatalkan. Dia menilai Netanyahu telah banyak berjasa bagi Israel.

"Saya terkejut mendengar bahwa Negara Israel, yang baru saja mengalami salah satu momen terhebat dalam sejarah dan dipimpin dengan kokoh oleh Bibi Netanyahu, melanjutkan perburuan penyihir konyol terhadap perdana menteri masa perang hebat mereka!" kata Trump, dalam posting-an di Truth Social.

Dia lalu memuji Netanyahu dengan menyebutnya sebagai pejuang yang telah melewati neraka dalam melawan musuh lama yang tangguh dan brilian, Iran.

"Bibi Netanyahu adalah seorang pejuang, mungkin tidak seperti pejuang lainnya dalam sejarah Israel, dan hasilnya adalah sesuatu yang tidak pernah terpikirkan oleh siapa pun, penghapusan total salah satu senjata nuklir terbesar dan terkuat di dunia," ujarnya.

Setelah mengetahui Netanyahu harus menghadapi sidang pengadilan pada Senin, Trump menilai tidak patut bagi orang sepertinya duduk di kursi pesakitan.

"Kasus bermotif politik seperti 'tentang cerutu, boneka Bugs Bunny, dan sejumlah tuduhan tidak adil lainnya (tidak lebih dari sekadar perburuan penyihir), dia pantas mendapat yang lebih baik dari ini, begitu pula negara Israel," tulisnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Ulang Tahun Ke-80, Dimeriahkan dengan Laga UFC di Gedung Putih

57 tahun lalu

Nah, Tak Ada Agenda Trump Teken Kesepakatan Damai dengan Iran Hari Ini

57 tahun lalu

Ini Isi Perjanjian Damai AS-Iran yang Diklaim Trump, Tak Ada Ganti Rugi Perang

57 tahun lalu

Menteri Radikal Israel Smotrich Serukan Penghancuran Gedung-Gedung di Ibu Kota Beirut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal