85 Orang Tewas akibat Banjir dan Tanah Longsor di Filipina

Nathania Riris Michico
Tampak kondisi banjir yang melanda Kota Baao di Provinsi Camarines Sur. (Foto: Simvale Sayat/AFP/Getty Images)

Tim penyelamat termasuk kepolisian dan militer menggunakan alat berat untuk membersihkan jalan menuju lokasi longsor dan memasuki kawasan banjir menggunakan perahu karet.

“Matahari sudah keluar, dengan beberapa kali hujan gerimis. Kami harap banjir akan mereda,” tutur Ronna Monzon, anggota personel operasional di badan bencana Bicol, kepada Reuters.

Sebanyak 20 siklon tropis menerjang Filipina setiap tahun yang menghancurkan lahan pertanian dan infrastruktur serta menewaskan banyak warga.

Berbagai bencana pun menjadi salah satu faktor yang membebani pertumbuhan ekonomi di negara itu.

Pada September lalu, topan Mangkhut menerjang Filipina. Topan Mangkhut membawa kecepatan angin mencapai 255 km per jam. Dalam bahasa lokal, topan Mangkhut disebut Ompong.

Topan tersebut memiliki diameter 900 kilometer dan disamakan dengan topan Haiyan yang menewaskan 6.300 orang pada 2013. Otoritas Filipina mengevakuasi ribuan warga untuk menghindari dampak lebih buruk.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
14 hari lalu

Kapal Feri Bawa 350 Orang Tenggelam, 15 Tewas Puluhan Hilang

Internasional
22 hari lalu

Gunung Sampah di TPA Longsor, Korban Tewas Jadi 35 Orang

Internasional
29 hari lalu

Gunung Sampah Longsor, Korban Tewas jadi 6 Orang 30 Lainnya Hilang

Internasional
30 hari lalu

Gunungan Sampah Longsor di Filipina, 2 Orang Tewas 36 Hilang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal