TEL AVIV, iNews.id - Dampak psikologis perang di Jalur Gaza terus memakan korban di internal militer Israel. Sejak perang pecah pada 7 Oktober 2023, tercatat sedikitnya 61 tentara Israel tewas akibat bunuh diri, mencerminkan tekanan mental berat yang dialami pasukan di medan konflik.
Kasus terbaru terjadi di sebuah pangkalan militer Israel bagian utara pada Selasa (16/12/2025). Seorang tentara wajib militer dilaporkan mengakhiri hidup dengan menembak kepalanya di barak.
Surat kabar Israel, Haaretz, menyebut korban dinyatakan meninggal pada malam hari.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada Rabu (17/12/2025) juga mengonfirmasi adanya insiden penembakan di pangkalan tersebut. Seorang tentara sempat dilaporkan terluka parah sebelum akhirnya meninggal dunia. Polisi militer IDF telah membuka penyelidikan untuk mengungkap detail kejadian.
Dengan kematian terbaru ini, jumlah tentara Israel yang bunuh diri sejak dimulainya perang Gaza mencapai 61 orang. Sebelumnya, dua tentara lain, termasuk seorang perwira pasukan cadangan, juga dilaporkan mengakhiri hidup akibat tekanan tugas selama perang.
Data Pusat Penelitian dan Informasi Knesset menunjukkan skala masalah yang lebih luas. Sejak awal 2024 hingga Juli 2025, sebanyak 279 tentara Israel tercatat mencoba bunuh diri. Dari jumlah tersebut, sekitar 1 dari 7 percobaan berakhir dengan kematian.