Menurut investigasi, jumlah tentara yang mengalami trauma psikologis mungkin melebihi mereka yang mengalami luka fisik dalam perang.
Para ahli mengatakan, angka pasti korban krisis kesehatan mental ini akan menjadi jelas setelah operasi militer selesai dan pasukan kembali ke kehidupan normal.
Lucian Tatsa Laur, kepala departemen kesehatan mental militer Israel, pada Maret lalu, mengatakan kepada surat kabar Haaretz, sekitar 1.700 tentara menerima perawatan psikologis saat itu.
Setelah itu muncul beberapa laporan yang menunjukkan ribuan tentara menderita masalah kesehatan mental karena perpanjangan tugas di Gaza serta perbatasan dengan Lebanon.
Tentara Israel Tembak Teman
Data IDF yang dirilis pada Mei 2024 mengungkap, dari 263 tentara Israel yang tewas di Gaza saat itu, 43 di antaranya akibat ditembak teman sendiri.