Menurut juru bicara Kemhan Kamboja, bom klaster digunakan di dua dari tujuh serangan besar yang dilakukan Thailand pada Kamis dan Jumat pagi, termasuk di wilayah Khloch dan Desa Techo Ngom. Jika terbukti, hal ini dapat memperkeruh posisi Thailand di mata internasional dan membuka peluang investigasi lebih lanjut oleh badan internasional.
Kamboja menyerukan gencatan senjata segera tanpa syarat dalam pertemuan darurat tertutup Dewan Keamanan PBB membahas konflik bersenjata dengan Thailand, Jumat (25/7/2025) waktu New York.
"Kamboja mendeesak gencatan senjata segera, tanpa syarat, dan kami juga menyerukan solusi damai untuk perselisihan ini," ujar Perwakilan Tetap Kamboja di PBB, Keo Chhea.
Dia melajutkan anggota DK PBB juga mendesak kedua pihak untuk menahan diri secara maksimal, dan menempuh solusi diplomatik.