5.000 Warga Sipil Mariupol Tewas akibat Invasi Rusia, 210 di Antaranya Anak-anak

Umaya Khusniah
5.000 orang tewas di Mariupol, Ukraina sejak Rusia menginvasi 24 Februari lalu. (Foto: AP Photo)

MARIUPOL, iNews.id - Hampir 5.000 orang tewas di Mariupol, Ukraina sejak Rusia menginvasi 24 Februari lalu. Dari ribuan korban tewas, 210 di antaranya merupakan anak-anak. 

Juru bicara Wali Kota Mariupol, Senin (28/3/2022) mengatakan serangan tentara Rusia juga menghancurkan kota dan membuat puluhan ribu warga harus hidup tanpa listrik dan bahan makan yang terbatas.

Belum diketahui bagimana Wali Kota, Vadym Boichenko menghitung jumlah korban tewas. Kantor Boichenko mengatakan 90 persen bangunan Mariupol telah rusak dan 40 persen hancur,termasuk rumah sakit, sekolah, taman kanak-kanak dan pabrik.

Sekitar 140.000 orang telah meninggalkan kota di Laut Azov sebelum pengepungan Rusia dimulai. Sebanyak 150.000 orang telah keluar sejak itu. Sementara kini masih ada 170.000 penduduk yang masih di sana. Sayangnya, angka ini tidak dapat segera diverifikasi oleh Reuters.

Boichenko, yang tidak lagi berada di Mariupol  mengatakan di televisi nasional pada Senin pagi, sekitar 160.000 warga sipil masih terjebak di kota itu.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Warga Keluhkan Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250: Benar-Benar Memberatkan!

57 tahun lalu

Zelensky Kirim Surat ke Putin, Ajak Bertemu 4 Mata Bahas Perang

57 tahun lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

57 tahun lalu

Kecam Israel, Rusia: Lebanon Akan Mengalami Nasib yang Sama seperti Gaza

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal