5 Tradisi Unik Natal di Dunia, Festival Cahaya hingga Berbagi Hadiah

Muhammad Fida Ul Haq
Setiap negara mempunyai budaya unik dalam merayakan Natal (Foto: Reuters)

Tradisi Krampus berasal dari Austria dan Jerman, tetapi juga dapat ditemukan di negara-negara lain di Eropa, seperti Kroasia, Slovenia, dan Italia. Pada malam Natal, orang-orang mengenakan kostum Krampus dan berkeliling desa untuk menakuti anak-anak. Tradisi ini dimaksudkan untuk memperingatkan anak-anak untuk berperilaku baik.

2. Festival Cahaya (Venezuela):

Di Caracas, Venezuela, merupakan tradisi untuk menutup jalan bagi mobil pada pagi Malam Natal agar orang-orang dapat bermain sepatu roda menuju gereja. Tradisi unik ini, dikenal sebagai festival cahaya telah menjadi perayaan Natal yang populer dan meriah. Jalanan dihiasi lampu warna-warni, dan orang-orang dari segala usia berkumpul untuk bermain sepatu roda bersama.

Festival Cahaya dimulai pada tahun 1996 dan telah menjadi salah satu acara Natal paling populer di Venezuela. Acara ini biasanya diadakan pada tanggal 24 Desember, tetapi terkadang dapat ditunda jika Natal jatuh pada hari Minggu.

3. The Yule Lads (Islandia):

Di Islandia, terdapat tradisi legenda yang melibatkan Yule Lads, makhluk nakal yang mengunjungi anak-anak selama 13 malam menjelang Natal. Setiap Yule Lad memiliki kepribadian yang berbeda dan dikenal suka berbuat nakal atau meninggalkan hadiah di sepatu yang ditinggalkan anak-anak.

Yule Lads pertama kali muncul dalam legenda Islandia pada abad ke-18. Ada 13 Yule Lads, masing-masing dengan nama dan karakteristiknya sendiri. Misalnya, Stekkjarstaur adalah Yule Lad yang suka meminum susu kuda, dan Kertasnakk adalah Yule Lad yang suka memakan kertas.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tok! Kakek 61 Tahun di Swedia Divonis Penjara gegara Paksa Istri Layani 120 Pria

57 tahun lalu

Prabowo Terbitkan Perpres Baru, Peran Indonesia di UNESCO bakal Makin Kuat

57 tahun lalu

Seru! Festival ASEAN-India Bazaar 2026 Jadi Tempat Berburu Kuliner sekaligus Belajar Budaya

57 tahun lalu

Komite Eksekutif Otsus soal Film Pesta Babi: Kritik untuk Pembangunan Papua 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal