Negara-negara lain termasuk Amerika Serikat (AS), Inggris, Jerman dan Uni Eropa (UE) kembali mengutuk kekerasan tersebut. "Ini mengerikan, benar-benar keterlaluan," kata Presiden AS Joe Biden kepada di Delaware.
Selain itu, sebanyak 3.000 penduduk desa Myanmar dilaporkan melarikan diri ke Thailand setelah jet militer membom wilayah pemukiman etnis minoritas tertua Myanmar, Persatuan Nasional Karen (KNU) dan menewaskan tiga warga sipil.
"Tolong, biarlah ini menjadi masalah internal mereka (Myanmar). Kami tidak ingin ada eksodus, maupun evakuasi ke wilayah kami, tetapi kami juga tidak mengabaikan hak asasi manusia (HAM)," ujar Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan Ocha di Bangkok.