YANGON, iNews.id - Aparat keamanan Myanmar kembali menembak mati tiga demonstran di Kota Yangon, Senin (29/3/2021). Laporan kelompok Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), total 462 warga sipil tewas sejak kudeta 1 Februari lalu.
Seorang pria tewas ditembak di kepala dan beberapa lainnya luka-luka ketika aparat Myanmar melepaskan tembakan di satu sudut Yangon. Selain itu dua orang juga tewas di distrik lainnya di Yangon.
"Mereka menembaki apa saja yang mereka jumpai di jalan, bahkan tim Palang Merah sekalipun. Tembakan itu masih berlangsung saat Saya berbicara sekarang," ujar saksi Thiha Soe dikutip dari Reuters, Senin (29/3/2021).
Sebelumnya, 114 kematian warga sipil tercatat dalam sehari, Sabtu (27/3/2021) yang menjadi hari paling berdarah sejak militer menggulingkan dan menahan pemimpin terpilih, Aung San Suu Kyi. Tindakan aparat justru membuat demonstran bertekad untuk melakukan unjuk rasa lebih besar menentang kembalinya kekuasaan militer.
Pelapor Khusus PBB untuk Myanmar, Tom Andrews mengatakan, tentara negara itu melakukan pembunuhan massal. Dia meminta dunia untuk mengisolasi junta militer Myanmar dan memblokir aksesnya ke pasokan senjata.