40 Tahun Pascarevolusi, Eks Presiden Iran Kritik Ayatollah Khamenei

Nathania Riris Michico
Mantan Presiden Iran Abolhassan Bani Sadr berbicara di Paris, Perancis, 31 Januari 2019. (Foto: Reuters)

TEHERAN, iNews.id - Empat puluh tahun berlalu sejak Revolusi Islam Iran, di mana pemerintah Shah Mohammad Reza Pahlevi yang didukung Amerika Serikat (AS) runtuh. Tak lama kemudian, lahir Republik Islam Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ruhollah Khamenei juga kembali ke Iran setelah 14 tahun mengasingkan diri di Prancis.

Presiden terpilih pertama Iran, yang kemudian digulingkan oleh Khamenei, baru-baru ini mengatakan kepada VOA bahwa dia dan banyak pihak yang dulu melakukan revolusi merasa dikhianati oleh Khamenei.

Bagi mereka yang ingat Revolusi Islam Iran pada 1979, saat-saat ketika pesawat Ayatollah Khamenei tiba di Teheran dari Paris, adalah saat ketika rezim monarki lama Syah Mohammed Reza Pahlevi runtuh, dan memberi jalan berdirinya Republik Islam Iran yang baru.

Abolhassan Bani Sadr, yang menjadi presiden terpilih pertama Iran tak lama setelah revolusi itu, ikut berada dalam penerbangan bersejarah dari Paris ke Teheran. Dia menyampaikan kepada VOA bagaimana perasaannya ketika pesawat itu mendarat di bandara Mehrabad, Teheran.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Donald Trump Buka Peluang Bertemu Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei

57 tahun lalu

Iran Balas Serangan Amerika Pakai Rudal Angkatan Laut dan Drone Masif

57 tahun lalu

Melunak, Trump Tiba-Tiba Bilang Ingin Bertemu Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei

57 tahun lalu

DPR AS Sahkan Resolusi Batasi Wewenang Trump dalam Perang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal