TEL AVIV, iNews.id - Menteri sayap kanan radikal IsraelItamar Ben Gvir menyerukan untuk membakar seluruh wilayah Lebanon, menyusul tewasnya empat tentara Zionis akibat serangan kelompok Hizbullah pada Kamis (18/6/2026).
Empat tentara Israel tewas dalam pertempuran sengit jarak dekat di Lebanon Selatan.
Sehari kemudian, dalam posting-an di media sosial X, Menteri Keamanan Nasional itu menulis, bahwa seluruh Lebanon harus dibakar.
“Untuk setiap air mata seorang ibu Israel, seribu ibu Lebanon harus menangis,” tulisnya, dalam pernyataan yang menyerukan pembunuhan lebih banyak warga Lebanon.
Pernyataan Ben Gvir itu memicu kecaman dari negara-negara Eropa.
Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide mengutuk pernyataan Ben Gvir tersebut dengan menyebutnya sebagai provokatif. Komentar tersebut, kata Eide, bisa memicu ketidakstabilan di Timur Tengah.