China juga mengalami pendudukan Jepang antara 1931–1945. Awalnya, Jepang masuk ke Manchuria dan mendirikan negara boneka bernama Manchukuo. Invasi ini dipicu oleh Insiden Mukden, sebuah peristiwa yang sebenarnya rekayasa militer Jepang dengan meledakkan rel kereta milik perusahaan di Shenyang.
Salah satu tragedi paling kelam adalah Pembantaian Nanking pada 13 Desember 1937, di mana ratusan ribu warga sipil dan tentara China menjadi korban kebrutalan pasukan Jepang. Hingga kini, peristiwa itu masih membekas dalam hubungan China-Jepang, yang kerap diwarnai ketegangan, termasuk sengketa wilayah.
Okupasi Jepang di Myanmar dimulai pada 19 Januari 1942 dengan menyerbu negara itu untuk mengusir Inggris yang sudah lama berkuasa sejak 1886. Namun kekalahan Jepang pada 1945 membuat Inggris kembali menguasai Myanmar. Tiga tahun kemudian, tepat pada 4 Januari 1948, Myanmar akhirnya memproklamasikan kemerdekaannya dari Inggris.
Indonesia juga merasakan kerasnya masa penjajahan Jepang, yang berlangsung antara 1942–1945. Setelah resmi menduduki pada 8 Maret 1942, Jepang membentuk pemerintahan kolonial serta melancarkan propaganda, seperti Gerakan 3A, dan mendirikan organisasi semi-militer, termasuk PETA, Seinendan, dan Keibodan.
Pendudukan Jepang berakhir setelah Sekutu menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945. Kekalahan itu memaksa Jepang menyerah, sekaligus membuka jalan bagi Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.