3 Tentara Bayaran Asing Dihukum Mati karena Bela Ukraina, Pimpinan Donetsk: Tidak Ada Ampun

Umaya Khusniah
Pemimpin wilayah Donetsk, Denis Pushilin mengatakan, tidak ada alasan untuk mengampuni tentara bayaran yang membela Ukraina. (Foto: Reuters)

Sementara itu, keluarga Aslin mengatakan, dia dan Pinner bukan dan tidak pernah menjadi tentara bayaran. Mereka tinggal di Ukraina ketika perang pecah. 

"Sebagai anggota angkatan bersenjata Ukraina, mereka harus diperlakukan dengan hormat sama seperti tawanan perang lainnya", kata keluarga itu dalam sebuah pernyataan.

Donetsk dan Luhansk adalah dua entitas yang memisahkan diri dari Ukraina dan didukung Rusia di wilayah Donbass di Ukraina timur. Rusia mengatakan wilayah itu sedang berjuang untuk lepas sepenuhnya dari kendali Kiev.

Tiga hari sebelum meluncurkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari, Presiden Vladimir Putin mengakui mereka sebagai negara merdeka. Hal itu menjadi sebuah langkah yang dikutuk oleh Ukraina dan Barat sebagai tindakan ilegal.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kunjungi Wilayah Ukraina yang Direbut Rusia, Putin: Rusia Akan Menang Perang!

57 tahun lalu

Rusia Ngamuk Bombardir Kiev Hancurkan Gedung-Gedung, 11 Orang Tewas Puluhan Luka

57 tahun lalu

Putin Puji Trump: Pemimpin yang Tak Mudah Dipengaruhi

57 tahun lalu

Putin Sindir Negara Barat yang Yakin Ukraina Akan Menang Perang: Tunggu Saja!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal