“Sebagai Presiden Amerika Serikat, saya bertekad untuk memastikan pelaku kekejaman akan membayar dengan harga yang setimpal,” ujarnya.
Trump Salahkan Joe Biden
Trump kemudian menyoroti kebijakan imigrasi pemerintahan Joe Biden. Dia mengatakan pelaku masuk AS pada September 2021, periode ketika Biden memimpin evakuasi besar-besaran warga Afghanistan setelah Taliban mengambil alih kekuasaan.
“Pelaku yang ditahan adalah warga negara asing yang memasuki negara kita dari Afghanistan. Dia diterbangkan oleh pemerintahan Biden pada September 2021 dengan penerbangan-penerbangan keji yang dibicarakan semua orang,” kata Trump.
Pada tahun tersebut, AS memang menarik seluruh pasukannya dari Afghanistan dan memfasilitasi penerbangan bagi warga yang ingin keluar dari negara itu. Kebijakan evakuasi itu kini kembali menjadi sorotan setelah Trump mengaitkannya dengan insiden penembakan ini.
Insiden Memperkeruh Ketegangan Politik AS
Penembakan terhadap anggota Garda Nasional ini berpotensi memperkuat perdebatan panas seputar kebijakan imigrasi dan keamanan nasional. Trump memanfaatkan momentum ini untuk menegaskan kembali kritiknya terhadap Biden, sementara publik menunggu perkembangan penyelidikan resmi terhadap motif pelaku.
Hingga kini, otoritas keamanan belum mengungkap detail tambahan mengenai kondisi korban maupun jalannya investigasi lanjutan. Namun, tekanan politik dipastikan terus meningkat seiring saling tuding antar kubu di Washington.