Kondisi WNI
Menteri Luar Negeri RI (Menlu) Retno Marsudi pada Kamis kemarin mendesak pemerintah Sudan melindungi warga negara Indonesia (WNI). Sejak pertempuran pecah pada 15 April, Wisma Indonesia dan KBRI Khartoum beberapa kali terimbas.
“Saya juga telah mengirim pesan ke Menlu Sudan untuk meminta pembicaraan melalui telepon. Namun, sampai saat ini belum ditanggapi,” ujar Retno.
Pesan tersebut juga disampaikan kembali oleh Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI kepada Duta Besar Sudan di Jakarta.
Pertempuran untuk memperebutkan objek-objek vital antara lain terjadi di Istana Presiden, Markas Komando Militer, dan Bandara Internasional Khartoum. Masalahnya, ada beberapa tempat yang menjadi titik pertempuran dekat dengan tempat tinggal WNI.
"Titik pertempuran juga terjadi di Markas RSF, salah satunya berlokasi di dekat Universitas Internasional Afrika, di mana banyak WNI bertempat tinggal,” kata Retno.
KBRI Khartoum melakukan berbagai upaya untuk melakukan evakuasi WNI ke safe house KBRI serta memberikan bantuan logistik. Sejauh ini, sebanyak 43 WNI telah dievakuasi ke safe house KBRI Khartoum.
KBRI mencatat 1.209 WNI tinggal di Sudan, sebagian besar adalah pelajar dan mahasiswa yang berdomisili di Khartoum.