1.000 Orang Lebih Tewas akibat Perang di Suriah dalam 3 Hari, Apa yang Terjadi?

Anton Suhartono
Pertempuran antara pasukan keamanan Suriah yang dibantu milisi pro-pemerintah melawan loyalis rezim Assad pecah sejak 6 Maret (Foto: AP)

Kantor berita pemerintah Suriah SANA, mengutip sumber pejabat di Kementerian Pertahanan, melaporkan bentrokan masih berlangsung di Tanita, sebuah desa di Tartus, pada Minggu.

Samir Haidar (67), warga Baniyas, sebuah desa di Tartus, mengatakan kepada AFP dua saudara kandung dan keponakannya dibunuh oleh kelompok bersenjata yang memasuki rumah-rumah penduduk.

Meskipun dia seorang Alawi, Haidar merupakan penentang rezim Assad dan pernah dipenjara selama lebih dari 10 tahun saat rezim itu berkuasa.

Juru Bicara Kemhan Suriah Hassan Abdul Ghani mengatakan, pasukan keamanan telah memegang kendali wilayah-wilayah yang sebelumnya menjadi target serangan para loyalis Assad.

Dia membantah pasukan keamanan Suriah membunuh warga sipil Alawite yang berada di rumah mereka.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia

57 tahun lalu

Militer AS dan Sekutu Gempur Suriah Lagi, Incar 35 Target ISIS

57 tahun lalu

Kaleidoskop 2025: Daftar Negara yang Diserang Israel Sepanjang Tahun Ini

57 tahun lalu

Bom Meledak di Masjid saat Salat Jumat, 8 Orang Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal