MAKKAH, iNews.id - Pelayanan operasional ibadah haji tahun 2026 M mendapat suntikan tenaga masif melalui rekrutmen 1.100 Warga Negara Indonesia (WNI) lintas negara. Ribuan mahasiswa Timur Tengah dan mukimin Arab Saudi ini direkrut menjadi Tenaga Pendukung (Tepung) bagi jemaah haji Indonesia.
Formasi penempatan petugas ini terbagi secara proporsional ke dalam dua titik utama, yakni 423 personel bersiaga di Madinah dan 677 orang beroperasi di wilayah Makkah. Kesiapan teknis dimatangkan langsung dalam Bimbingan Teknis bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) di Makkah, Senin (27/4/2026).
Keterlibatan 133 mahasiswa dari berbagai negara seperti Mesir, Yaman, hingga Yordania ini ditujukan untuk memecahkan hambatan komunikasi di lapangan. Kapasitas bahasa Arab mereka akan sangat diandalkan untuk menjadi penerjemah resmi dalam mengurus akomodasi, konsumsi, dan operasional bus.
Konsul Jenderal RI di Jeddah, Yusron B Ambary menginstruksikan para petugas untuk bersikap proaktif setiap kali berjaga di kawasan padat kerumunan. Mereka diwajibkan menyisir jalanan di sekitar wilayah Markaziah guna membantu jemaah lansia yang kerap kehilangan arah pulang menuju hotel.
"Saya tidak percaya dengan istilah superman, yang ada adalah super tim. Kekompakan menjadi kunci dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah," ujar Yusron kepada seluruh tenaga pendukung.