"KJRI memberitahukan kepada kami bahwa di forensik dokumen tersebut ada jenazah yang ciri-cirinya mirip seperti apa yang beberapa hari kami laporkan ke pihak kepolisian," terang Muftiono kepada Tim Media Center Haji di Makkah.
Sebelum kepastian ini datang, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terus melakukan pencarian dari sektor ke sektor. Istri almarhum, Nafsiah, bahkan turut serta menelusuri berbagai titik sambil memantau rekaman kamera pengawas (CCTV).
Pencarian panjang yang menguras emosi itu kini berujung pada keikhlasan yang luar biasa dari sang istri. Nafsiah menerima ketetapan takdir ini dengan ketegaran hati dan kebesaran jiwa.
"Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih banyak. Saya dari Indonesia ini, atas bantuan yang saya bersyukur, Masya Allah, ya begitu besar," ungkap Nafsiah dengan tegar.
Di tengah duka yang mendalam, ia tak henti mendoakan seluruh petugas yang telah mendampinginya selama sepekan terakhir. Rasa syukur tetap terucap atas segala upaya maksimal yang telah dikerahkan oleh negara.