JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur dengan penawaran haji tanpa mengantre yang marak ditawarkan. Skema tersebut dipastikan ilegal dan berpotensi merugikan calon jemaah.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, menegaskan masyarakat harus lebih berhati-hati terhadap berbagai tawaran yang menjanjikan keberangkatan haji tanpa prosedur resmi.
"Kami dari Kementerian Haji dan Umrah mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran haji tanpa antre, haji yang langsung berangkat, maupun haji tanpa daftar resmi," kata Maria di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).
Dia menegaskan, ibadah haji hanya dapat dilakukan dengan visa haji resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah Arab Saudi. Sementara itu, visa lain seperti visa ziarah, visa kerja, atau visa turis tidak dapat digunakan untuk berhaji.
Maria juga mengingatkan adanya sanksi tegas bagi pelanggaran tersebut. Mulai dari penahanan, denda, deportasi, hingga larangan masuk kembali ke Arab Saudi hingga 10 tahun.