Untuk kategori Provinsi dengan Serapan Kuota Haji Tertinggi, penghargaan diberikan kepada Kepulauan Riau, Bengkulu, Bali, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Gorontalo, dan Sulawesi Barat yang berhasil mengoptimalkan pemanfaatan kuota haji.
Sementara itu, pada kategori Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), penghargaan diberikan kepada KBIHU Nurul Hayat atas layanan unggul, keberhasilan meraih sertifikasi ISO, serta kontribusinya dalam mendukung pengembangan ekosistem ekonomi haji melalui pengelolaan daging dam di dalam negeri.
Kemenhaj juga memberikan penghargaan kepada provinsi dengan kategori Kepatuhan Pengawasan Istitha'ah Kesehatan Terbaik, yaitu Gorontalo, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.
Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan lintas sektor terhadap penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, Kemenhaj turut menyerahkan plakat penghargaan kepada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Gus Irfan mengajak seluruh penerima penghargaan untuk tidak cepat berpuas diri, tetapi menjadikan penghargaan tersebut sebagai penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah.
"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja dengan penuh keikhlasan. Penghargaan ini adalah bentuk penghormatan atas pengabdian Bapak dan Ibu semua. Mari kita jadikan capaian ini sebagai motivasi untuk terus berbenah dan menghadirkan pelayanan haji yang semakin profesional, berintegritas, dan semakin memuliakan jemaah Indonesia," tutur dia.