Namun, rencana tersebut berubah setelah sang suami meninggal dunia. Salahuddin kemudian menggantikan posisi ayahnya untuk berangkat bersama ibunya.
"Kami diberitahu sejak November setelah ada aturan baru dari pemerintah soal usia berangkat haji," katanya.
Meski masih duduk di bangku kelas 7 SMP, Salahuddin tetap menunjukkan kesiapan untuk menjalani ibadah haji. Dia juga harus meninggalkan kegiatan belajar mengajar selama sekitar dua bulan.
Meski tidak mengikuti pembelajaran dan penilaian akhir semester secara langsung, dia tetap menyelesaikan kewajiban akademik melalui tugas pengganti yang telah dipersiapkan sebelum keberangkatan.
Selain itu, Salahuddin juga telah mengikuti rangkaian manasik haji sebagai bekal dalam menjalani seluruh proses ibadah di Tanah Suci.