JAKARTA, iNews.id - Hartati Musirun Mukmin menangis saat menceritakan musibah banjir bandang di Aceh Tamiang yang menghancurkan rumah warisan orang tuanya. Di tengah kondisi sulit tersebut, perempuan berusia 56 tahun itu tetap bersyukur karena masih diberi kesempatan menunaikan ibadah haji tahun ini.
Hartati mengaku hingga kini belum mengetahui bagaimana nasib rumahnya yang tertutup material banjir dan longsor setinggi leher. Dia juga tidak memiliki biaya untuk memperbaiki rumah tersebut.
"Uang nggak ada untuk perbaiki rumah. Tapi dengan izin Allah, karena panggilan Allah, berkat anak-anak saya, Pak, saya bisa kemari," kata Hartati sambil meneteskan air mata, saat ditemui Tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, dikutip Jumat (15/5/2026).
Bukan hanya rumah yang rusak, seluruh dokumen kependudukan miliknya juga hilang akibat banjir bandang. KTP, kartu keluarga, hingga dokumen pendaftaran haji lenyap terbawa arus.
“Air itu tiba-tiba langsung sreeet (menerjang) gitu naik. Jadi kami nggak bisa lagi sempat nyingkirkan (menyelamatkan). Barang tuh udah langsung habis, jadi nggak bisa diamankan lagi,” ujar Hartati.