"Suaranya mirip terpidana, dia marah-marah karena di tingkat kasasi tidak berhasil sementara uangnya sudah 'nyebrang'. Dia meminta agar di tingkat PK dilakukan upaya kembali untuk mengurus perkaranya," kata Julianus.
Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang yang mengonfirmasi keaslian rekaman tersebut maupun identitas suara di dalamnya. Klaim mengenai isi rekaman juga masih berasal dari pihak kuasa hukum Reza Gladys.
Dalam kesempatan yang sama, tim kuasa hukum Reza Gladys juga meminta Mahkamah Agung memberikan perlindungan kepada majelis hakim agar proses PK dapat berjalan secara independen dan bebas dari dugaan intervensi.
Selain menyinggung rekaman suara tersebut, pihak Reza Gladys turut mengkritik dukungan anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, terhadap Nikita Mirzani. Menurut Julianus, tindakan tersebut dinilai tidak tepat karena berpotensi menimbulkan kesan adanya campur tangan terhadap proses peradilan.
Namun demikian, hingga berita ini ditulis belum ada tanggapan dari pihak Nikita Mirzani terkait pernyataan kuasa hukum Reza Gladys maupun mengenai rekaman suara yang diklaim mirip dengan suaranya. Keaslian rekaman dan dugaan yang disampaikan masih menunggu pembuktian melalui proses hukum yang berlaku.