Profil Pierre Tendean, Pemuda Berdarah Prancis Memilih Jadi Tentara di Indonesia 

Siska Permata Sari
Pierre Tendean dikenal sebagai salah satu Pahlawan Revolusi yang memiliki darah keturunan Prancis . (Foto: Buku Sang Patriot Kisah Seorang Pahlawan Revolusi Biografi Pierre Tendean)

Meski berhasil melarikan diri, namun kaki ayah Pierre terkena tembakan peluru dan membuatnya pincang di sisa hidupnya. Setelah peristiwa itu terjadi, keluarga Pierre lalu pindah ke Semarang untuk mengobati luka tembak di kaki sang ayah. Ayahnya itu lalu menjadi pemimpin di Rumah Sakit Jiwa Pusat Semarang.

Di Semarang inilah, Pierre remaja menghabiskan waktunya. Setelah lulus dari sekolah dasar, dia melanjutkan pendidikan di sekolah menengah pertama (SMP) Negeri 1 Semarang pada 1952. Kemudian dia melanjutkan pendidikannya di sekolah menengah atas (SMA) 1 Semarang.

Tamat sekolah, Pierre lalu memutuskan untuk mewujudkan cita-cita masa kecilnya menjadi seorang tentara. Dia kemudian masuk ke Akademi Militer, meskipun orang tuanya ingin dia menjadi dokter seperti ayahnya atau insinyur. Tetapi dengan tekad kuatnya, dia pun berhasil bergabung dengan Akademi Teknik Angkatan Darat (ATEKAD) di Bandung pada 1958.

Pierre Tendean dikenal sebagai salah satu Pahlawan Revolusi yang memiliki darah keturunan Prancis . (Foto: Buku Sang Patriot Kisah Seorang Pahlawan Revolusi Biografi Pierre Tendean)

Usai lulus dari akademi militer pada 1961 dengan pangkat letnan dua, Pierre Tendean lalu menjadi Komandan Pleton Batalyon Zeni Tempur 2 Kodam II/Bukit Barisan di Medan. Setahun kemudian, dia mengikuti pendidikan di sekolah intelijen di Bogor. Setamat dari sana, Pierre lalu ditugaskan di Dinas Pusat Intelijen Angkatan Darat (DIPIAD) untuk menjadi mata-mata ke Malaysia.

Barulah pada 15 April 1965, Pierre Tendean dipromosikan menjadi letnan satu, dan ditugaskan sebagai ajudan Jenderal Besar TNI Abdul Haris Nasution. Lima bulan lebih sejak promosi itu, peristiwa nahas terjadi. Pada dini hari tanggal 1 Oktober 1965, pasukan Gerakan 30 September (G30S) mendatangi rumah dinas Nasution.

Editor : Elvira Anna
Artikel Terkait
4 tahun lalu

Kisah Jenderal AH Nasution Selamat dari G30S PKI, Ada Istri dan Ajudan yang Berperan Besar

4 tahun lalu

Kisah Cinta Pierre Tendean dan Rukmini yang Berakhir Pilu akibat G30S PKI

4 tahun lalu

Kilas Balik Momen Mencekam Dalam Special Movie : Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI, Hari Ini di iNews

4 tahun lalu

Sukitman, Polisi yang Jadi Saksi Mata Pembantaian Jenderal di Lubang Buaya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal