Iwan mulai menapaki dunia musik melalui lagu-lagu pop remaja. Namanya semakin dikenal lewat lagu 'Impian Cinta' yang dibawakan bersama Uchy Amyrtha. Dia juga aktif menyanyikan berbagai jingel komersial, bidang yang justru membuat namanya populer di balik layar industri kreatif.
Perjalanan kariernya mencakup kerja sama dengan Uci Nurul dan GEQ Production House pada 1997, yang memperkuat posisinya sebagai penyanyi jingel profesional. Selain itu, dia pernah bergabung dengan band Halmahera dan merilis sejumlah karya musik, termasuk album Oh Asmara pada 1994.
Tak hanya di dunia tarik suara, Iwan juga dikenal sebagai penyiar di iSwara atau iRadio Bandung. Karakternya yang hangat dan dekat dengan pendengar membuat dia menjadi sosok senior yang dihormati di dunia radio.
Iwan Zen berpulang pada 19 November 2025. Selama dirawat di rumah sakit, dia sempat terlihat mengenakan gelang 'Fall Risk', tanda pasien dengan risiko jatuh yang tinggi. Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan publik yang menjelaskan secara detail penyakit yang dideritanya.
Jenazah almarhum disemayamkan di Gedung Serbaguna GPIB Maranatha, Bandung, sebelum dimakamkan. Ungkapan belasungkawa mengalir dari berbagai pihak, termasuk rekan sesama penyiar dan musisi yang merasa kehilangan sosok humoris dan penuh dedikasi itu.
Selamat jalan, Iwan Zen. Karyamu akan selalu dikenang.