Piramida Gizi Terbalik Jadi Tren Baru, Pola Makan Sehat Lebih Banyak Sayur

Mei Sada Sirait
Konsep piramida makanan terbalik mulai menarik perhatian karena mendorong konsumsi sayur dan buah lebih banyak. (Foto: AI)

Melalui konsep terbalik, masyarakat didorong untuk memperbanyak konsumsi sayur dan buah, memilih protein berkualitas tinggi, serta menekan asupan karbohidrat olahan dan gula tambahan dalam keseharian.

Piramida gizi konvensional yang dirancang oleh berbagai lembaga kesehatan umumnya menempatkan biji-bijian seperti nasi, roti, dan pasta sebagai dasar pola makan. Sebaliknya, piramida terbalik lebih menekankan makanan kaya nutrisi, bukan sekadar sumber energi, sehingga membantu tubuh memperoleh vitamin, mineral, serat, dan antioksidan penting.

Sejumlah ahli gizi menilai pendekatan ini cukup positif, terutama dalam upaya mengurangi konsumsi gula dan makanan olahan. Meski demikian, mereka mengingatkan bahwa piramida makanan bukan satu-satunya pedoman diet sehat, karena kebutuhan gizi setiap individu dipengaruhi oleh aktivitas fisik, kondisi kesehatan, dan kebutuhan kalori masing-masing.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polisi Bisa Urus Gizi dan Pangan, Wamenkum: Termasuk Fungsi Melayani

57 tahun lalu

Dokter Ungkap Bahaya jika MPASI Tanpa Lemak, Aybun Wajib Tahu!

57 tahun lalu

Fakta Baru! Menkes Ungkap Protein Daging Kurban Setara dengan Whey Protein

57 tahun lalu

Gardian Muhammad Ditunjuk Jadi Sekjen APGI 3T, Dorong Akselerasi dan Penguatan MBG di Wilayah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal