Sayangnya, banyak orang baru memeriksakan diri saat kondisi sudah memburuk. Padahal, keterlambatan penanganan dapat menyebabkan penurunan fungsi sendi yang berdampak pada aktivitas sehari-hari.
“Keluhan seperti nyeri lutut tidak boleh dianggap sebagai kelelahan biasa dan perlu dievaluasi sejak dini,” ujarnya.
Menurut dia, selain faktor biologis, gaya hidup juga turut memengaruhi kondisi lutut. Kurangnya aktivitas fisik, postur tubuh yang tidak tepat, hingga olahraga yang tidak sesuai dapat memperparah keluhan.
Sebaliknya, menjaga kekuatan otot, rutin berolahraga dengan teknik yang benar, serta mempertahankan berat badan ideal dapat membantu mengurangi tekanan pada sendi. Karena itu, penting bagi perempuan untuk lebih peka terhadap sinyal tubuh.
Jika nyeri lutut terjadi berulang atau berkepanjangan, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan medis. Deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah risiko gangguan yang lebih serius.