Nyeri Lutut Dialami Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Sinyal Penyakit Serius

Mei Sada Sirait
Secara medis, keluhan nyeri lutut bisa mengarah pada gangguan muskuloskeletal yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. (Foto: Ilustrasi/AI)

Sayangnya, banyak orang baru memeriksakan diri saat kondisi sudah memburuk. Padahal, keterlambatan penanganan dapat menyebabkan penurunan fungsi sendi yang berdampak pada aktivitas sehari-hari.

“Keluhan seperti nyeri lutut tidak boleh dianggap sebagai kelelahan biasa dan perlu dievaluasi sejak dini,” ujarnya.

Menurut dia, selain faktor biologis, gaya hidup juga turut memengaruhi kondisi lutut. Kurangnya aktivitas fisik, postur tubuh yang tidak tepat, hingga olahraga yang tidak sesuai dapat memperparah keluhan.

Sebaliknya, menjaga kekuatan otot, rutin berolahraga dengan teknik yang benar, serta mempertahankan berat badan ideal dapat membantu mengurangi tekanan pada sendi. Karena itu, penting bagi perempuan untuk lebih peka terhadap sinyal tubuh.

Jika nyeri lutut terjadi berulang atau berkepanjangan, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan medis. Deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah risiko gangguan yang lebih serius.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bukan Sekadar Belanja, Bazar Fashion Kini Jadi Ruang Bertumbuh bagi Perempuan

57 tahun lalu

Perempuan Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih Jakpus

57 tahun lalu

Cetak Sejarah Baru, Kemenag Lantik 15 Perempuan jadi Kepala KUA

57 tahun lalu

Kuota Caleg Perempuan Dipertegas MK, Angkie Yudistia Tekankan Representasi Politik yang Setara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal