Nyeri Lutut Dialami Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Sinyal Penyakit Serius

Mei Sada Sirait
Secara medis, keluhan nyeri lutut bisa mengarah pada gangguan muskuloskeletal yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. (Foto: Ilustrasi/AI)

Sayangnya, banyak orang baru memeriksakan diri saat kondisi sudah memburuk. Padahal, keterlambatan penanganan dapat menyebabkan penurunan fungsi sendi yang berdampak pada aktivitas sehari-hari.

“Keluhan seperti nyeri lutut tidak boleh dianggap sebagai kelelahan biasa dan perlu dievaluasi sejak dini,” ujarnya.

Menurut dia, selain faktor biologis, gaya hidup juga turut memengaruhi kondisi lutut. Kurangnya aktivitas fisik, postur tubuh yang tidak tepat, hingga olahraga yang tidak sesuai dapat memperparah keluhan.

Sebaliknya, menjaga kekuatan otot, rutin berolahraga dengan teknik yang benar, serta mempertahankan berat badan ideal dapat membantu mengurangi tekanan pada sendi. Karena itu, penting bagi perempuan untuk lebih peka terhadap sinyal tubuh.

Jika nyeri lutut terjadi berulang atau berkepanjangan, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan medis. Deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah risiko gangguan yang lebih serius.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Health
5 hari lalu

Kanker Payudara Banyak Menyerang Perempuan Muda, Ini Penyebabnya!

Nasional
5 hari lalu

Hari Kartini, Partai Perindo Dorong Perempuan Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan Inklusif

Motor
5 hari lalu

4 Tips Berkendara Motor Aman bagi Perempuan, Jangan Keliru Nyalakan Lampu Sein

Nasional
5 hari lalu

Megawati di Hari Kartini: Perempuan Harus Jadi Cahaya bagi Seluruh Anak Bangsa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal