“Diambil sapu lidi oleh beliau dan dipukullah kepala saya di bagian belakang. Pertama mukul satu kali,” katanya.
Tak hanya sekali, Herawati mengaku kembali mendapat perlakuan kasar saat mencoba meminta maaf. Dia mengaku ketakutan hingga menangis di hadapan majikannya.
“Habis itu saya nangis ketakutan. Saya bilang, ‘Bu, maaf Bu, jangan pakai kekerasan Bu’. Terus beliau tetap maki-maki saya dengan perkataan kasar,” katanya.
Dalam kesaksiannya, Herawati juga mengaku sering dihina selama bekerja di rumah tersebut. Dia menyebut pekerjaannya dianggap asal-asalan dan rumah mewah itu dibandingkan dengan “rumah gembel”.
Karena merasa terancam, Herawati langsung menghubungi yayasan penyalur ART untuk meminta dijemput. Dia juga sempat mengadu kepada anak kedua Erin sambil menangis ketakutan.