"Kalau kemudian anak-anak menjadi enggan bertemu ingin jauh dari ayahnya, loh ini kan berarti mental anak-anak sudah rusak. Karena patut diduga hal-hal yang kita sampaikan di ruang publik, jangan-jangan juga di ruang tertutup, seperti yang Ruben katakan, sering dipanggil 'cong' juga di depan anak-anaknya dulu. Apakah itu ciri-ciri orang yang ingin menjaga mental anaknya?" katanya.
Selain menyoroti persoalan tersebut, Minola kembali mengungkapkan bahwa Ruben menginginkan adanya komunikasi yang lebih terbuka terkait kebutuhan anak-anak. Salah satunya mengenai rincian pengeluaran yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Dia mengatakan, Ruben tidak mempermasalahkan kewajibannya sebagai ayah. Namun, dia ingin mengetahui secara rinci alokasi biaya yang dikeluarkan, termasuk biaya asisten rumah tangga (ART) hingga kebutuhan operasional lainnya.
"Kami menyampaikan bahwa Ruben butuh berkumpul bersama dengan anaknya. Kami sampaikan bahwa Ruben perlu perincian tentang setiap pengeluaran anak-anaknya. Apakah ART 1, 2, 3, 4, 5 itu adalah kebutuhan anak? Apakah bensin, tol, dan segala macam itu kebutuhan anak? Ini kan perlu ada diskusi, tapi kan enggak pernah ditanggapi," ujarnya.
Hingga saat ini, perselisihan antara Ruben Onsu dan Sarwendah terkait pengasuhan anak masih bergulir. Kedua belah pihak pun terus menyampaikan pandangan masing-masing melalui kuasa hukum mereka.