Steven yang sebelumnya terkesan defensif akhirnya mengakui pendekatannya selama ini keliru. Dia menyadari bahwa gaya komunikasi keras yang digunakan justru melukai banyak orang.
"Iya, saya salah. Saya pikir makin keras makin memotivasi, ternyata nggak. Saya minta maaf," ucapnya.
Permintaan maaf tersebut menjadi penutup dari polemik panas yang sempat menyita perhatian publik. Meski demikian, kasus ini meninggalkan catatan penting bahwa edukasi soal kesehatan harus disampaikan dengan empati, bukan dengan cara merendahkan.