Di tengah derasnya kritik, Rahadian juga menjadi perbincangan setelah muncul pernyataan yang menyebut bahwa pakaian tidak memiliki jenis kelamin.
Pernyataan tersebut menuai reaksi beragam. Sebagian pihak mendukung pandangan tersebut sebagai bentuk kebebasan berekspresi, namun banyak pula yang menilai persoalan utama tetap berada pada penghormatan terhadap aturan dan nilai budaya dalam sebuah acara adat.
Setelah polemik berlangsung selama beberapa hari, Rahadian mengaku meluangkan waktu untuk mendengarkan berbagai masukan yang disampaikan masyarakat.
Dia mengatakan telah mencoba memahami perspektif publik serta kritik yang muncul terhadap tindakannya selama mengikuti Kirab Malam 1 Suro.
Menurut Rahadian, proses tersebut membuatnya menyadari bahwa tindakannya menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap nilai budaya dan adat yang dijunjung dalam prosesi tersebut.