Krisdayanti juga menilai komunikasi terbuka menjadi kunci penting selama persiapan berlangsung. Dengan komunikasi yang baik, berbagai kekhawatiran maupun potensi ketidaknyamanan dapat dihindari sejak awal.
Selain itu, dia mengaku optimistis putranya siap menjalani kehidupan rumah tangga. Menurutnya, menjadi seorang suami sekaligus kepala keluarga membutuhkan tanggung jawab besar.
“Kalau namanya jadi imam harus punya tanggung jawab yang besar, karena membawa nahkoda. Saya yakin Azriel harus punya responsibility yang besar untuk membawa keluarga,” kata Kris Dayanti.
Meski belum mengungkap tanggal pasti pernikahan, Krisdayanti memastikan konsep acara nantinya akan menonjolkan unsur adat. Hal itu tetap dilakukan meskipun calon menantunya memiliki latar belakang blasteran Jerman dan Bali. “Lebih ke adat sih ya,” ucap Kris Dayanti.