Sayang, karier cemerlang di dunia film tak berimbang dengan kehidupan rumah tangga. Marlia terpaksa bercerai dengan Hardi pada 1956. Meski begitu, dia tetap menyematkan nama Hardi di belakang namanya. Maklum, nama itu sudah kadung tenar sebagai nama panggung.
Selang tiga tahun, pada 1958 dia menikah kembali dengan Zaenal Arifin. Pernikahannya hanya berlangsung hingga 1964. Marlia terpaksa bercerai karena Zaenal tak setuju dia main film. Zaenal lalu meninggalkan Marlia tanpa surat talak ke Jepang untuk menikah lagi, dan bermukim di sana.
Setelah bercerai dua kali, akhirnya Marlia memutuskan fokus pada dunia film. Pada 1973, sandiwara televisi berjudul Keluarga Baru ditayangkan untuk mengisi acara anak-anak setingkat SD dan SMP. Ternyata, sandiwara yang dipimpin Marlia ini bisa memikat hati penonton segala lapisan. Sandiwara televisi itu berlanjut dengan Keluarga Marlia Hardi.
Sebagaimana judulnya, Keluarga Marlia Hardi menceritakan tentang kehidupan sehari-hari suatu keluarga. Tokoh utama adalah Marlia Hardi, sebagai Bu Mar, seorang ibu rumah tangga yang bijak. Dia didampingi suaminya, Pak Awal, dan tiga anaknya, Didu, Kiki, dan Ruri, serta seorang pembantu rumah tangga, Bi Supi.
Di sandiwara ini, Marlia Hardi bermain bersama aktor dan aktris lain yakni Awaluddin, Musa Sanjaya, Tuti Harianika, dan Sofia Amang Rahman sebagai Bi Supi.