"Alhamdulillah saya pernah setengah 2 baru naik (ceramah), jamaah Masya Allah penuh. Padahal saya bilang nggak sampe kalau jam 11 malam, dan ditungguin, akhirnya setengah 2 sampai lokasi terus dakwah sampai jam setengah 3," kata Akri bercerita.
Uniknya meski sudah tidak pernah melawak, dia mengemas isi dakwahnya dengan lawakan sehingga para jamaah yang hadir merasa terhibur. Alhasil saat mendengar dakwahnya banyak jamaah yang paham bagaimana menjalani hidup di jalan Allah.
"Kalau dunia lawak diundang buat ngelawak kalau talim isinya ngelawak saya tetap ngelucu karena saya nggak sanggup kalau ceramah bikin orang jadi bener. Saya juga belum bener banget, saya datang buat bikin orang ketawa, tapi kalau disuruh bikin orang bener mending saya pulang," katanya.
Akri pun menceritakan alasan dirinya mendakwah dengan cara melawak. Salah satunya dia ingin membuat banyak orang senang.
"Saya lebih ke yuk rame yuk ta'lim yuk syiar. Mau rame ngundang saya, mau bener ada kiayi ada ustadz. Kalau mau benar jangan mengundang saya, tapi kalau bicara syiar nggak ada orang yang bener, saya bukan orang bener. 75 persen saya mau bikin orang seneng, lebih ke syiar yuk kita ramein, yuk kita talim," katanya.
Pengalaman unik lainnya saat mendakwah adalah ketika dia undang ke LP atau Lembaga Pemasyarakatan. Akri mengaku dirinya tidak menyuruh para Narapidana untuk bertaubat tapi dia lebih memberikan masukan positif.
"Narapidana jangan disalahin, saya cuma bilang Allah adil, yang di dalam pasti keluar yang di luar pasti ke dalam. Keadilan Allah yang di dalam keluar, kenapa kita di dalam? Karena ketahuan, kenapa di luar belum ke dalam? Karena belum ketahuan, nunggu giliran. Ya pokoknya pengalaman luar biasa," kata Akri.