Meski keluarganya tidak masuk dalam kelas menengah atas, tekad untuk mendapatkan pendidikan tinggi jadi tujuan bersama. Setelah lulus SMA, orang tua Daniel tak mampu membiayainya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Kondisi itu tak lantas membuatnya patah arang, dia mencari celah dengan memburu beasiswa untuk bisa kuliah.
"Kita bertiga benar-benar harus dapat beasiswa kalau mau kuliah. Kalau gak dapat beasiswa kayanya gak bisa kuliah karena kondisi keuangan orang tua," kata Daniel.
Dari latar belakang keluarga yang kurang, membuat tiga bersaudara ini memiliki daya juang untuk lebih berhasil menggapai cita-cita sarjana. "Kedua kakak saya lulus di UI, satunya arsitektur, satunya lagi lulus di Fakultas Ekonomi. Sementara saya lulus jadi dokter di Universitas Atmajaya," ujar Daniel.
Bertahan di perguruan tinggi dengan mengandalkan biaya dari beasiswa saja tidak mudah. Uang beasiswa hanya mampu menyelesaikan biaya kuliah namun tidak dengan biaya-biaya tak terduga di luar perkuliahan.
"Buat ongkos transport, print makalah, ngerjain tugas, buku-bukuan itu saya survive dengan biaya sendiri. Dan itu bisa saya lakukan karena dari zaman SMA memang sudah biasa jualan macam-macam," tuturnya.