Clara menegaskan, kekecewaannya bukan semata karena rasa cemburu. Ada hal yang jauh lebih dalam, yaitu pengorbanan besar sang suami yang kini terasa sia-sia.
Menurut Clara, keputusan sang suami untuk menjadi mualaf dan mempelajari Islam merupakan bentuk keseriusan dalam membangun rumah tangga. Perjuangan itu menjadi salah satu alasan kuat dia merasa sangat terpukul dengan kondisi saat ini.
"Iya, pertama tuh setelah mengetahui kejadian itu tuh yang saya rasakan itu cemburu tuh enggak terlalu besar, cuma menyayangkan waduh ini sudah banyak banget effort kan menuju ke rumah tangga itu sudah sangat banyak sekali effort," kata Clara.
Dia mengenang proses panjang yang dilalui sebelum akhirnya menikah pada Agustus 2025. Tidak hanya soal keyakinan, tetapi juga persiapan pernikahan yang dilakukan secara matang dan melibatkan kedua keluarga besar.
"Kayak beliau mualaf, beliau belajar tentang agama Islam, terus juga pernikahannya mewah, terus juga dihadiri dengan kedua keluarga yang pada saat pernikahan sebelumnya beliau dan saya itu tuh tidak sekomplet ini karena memang ya adalah problem internal keluarga," ucapnya.