Erina melanjutkan, "Diawali dengan doa dan dilanjutkan menapaki tujuh jadah dan tanah, Bingah dibimbing untuk menginjak tujuh lapis jadah dengan warna berbeda."
Menurut Erina, setiap warna itu melambangkan arti yang berbeda-beda. "Setiap warna melambangkan tahap kehidupan, doa agar anak kuat melangkah menghadapi berbagai warna kehidupan," ujarnya.
Di unggahan lain, Erina juga bercerita kalau Bingah, anak pertamanya, menjalani prosesi menuruni tangga yang terbuat dari bambu. Prosesi ini melambangkan perjalanan hidup yang perlahan-lahan menuruni fase kanak-kanak menuju dunia yang lebih luas.
"Bambu dipilih karena kuat, lentur, dan tahan lama, doa agar anak tumbuh seperti bambu: teguh dalam pendirian, rendah hati meski menjulang tinggi, dan mampu menyesuaikan diri di segala keadaan," ungkap Erina.
Terlepas dari makna dari setiap prosesi Tedhak Siten yang dijalani Bingah, penampilan Kaesang dan Erina juga cukup menyita perhatian.