Menurut Artika, JFFF mendukung GMS 2019 dengan mencari talenta berbakat. Menariknya, talenta yang menjadi finalis memiliki latar belakang berbeda-beda, seperti pengusaha, dosen, hingga model," katanya.
Kompetisi GMS terdiri atas empat tahap, yaitu audisi, semi final, grand final, dan winners announcement. Audisi GMS 2019 kali ini digelar di dua lokasi yaitu di kampus London School of Public Relations Jakarta dan audisi selanjutnya berlokasi di La Piazza, Summarecon Kelapa Gading.
Sekitar 200 peserta audisi memanfaatkan kesempatan ini untuk menjadi seorang model. Beberapa peserta datang dari luar daerah seperti Bandung, Yogyakarta dan Bali.
Pada tahap pertama audisi GMS 2019 digelar pada Senin 20 Mei di kampus London School of Public Relations Jakarta, peserta yang terpilih berhak mendapatkan kesempatan mengikuti tahap selanjutnya.
Kemudian dilanjutkan audisi di La Piazza, Summarecon Kelapa Gading pada 23 Juni yang lalu, telah terpilih 80 pasang model yang masuk tahap Semi Final. Para peserta yang lolos audisi berhak mengikuti babak Semi Final dengan tema 'Hype Beast' pada 6 Juli di La Piazza, Summarecon Kelapa Gading. Hasilnya 10 pasang Finalis GMS 2019 tampil dalam Grand Final GMS 2019, pada 3 Agustus 2019 di The Forum MKG 3.
Saat audisi berlangsung, para peserta GMS menunjukkan kepiawaiannya berjalan di atas catwalk dengan penilaian dari para dewan juri yang berkompeten di bidangnya, di antaranya yaitu Edwan Handoko (Fashion Choreographer), Aditya Permana (MRA Media), Amotsyamsurimuda (Fashion Designer), Danny Satriadi (Fashion Designer), Artika Sari Devi (ArtikaWhulandary Beauty Camp), Hari Samsidin (Martha Tilaar Group) dan Cut Meutia (PT Summarecon Agung Tbk.)
Cut Meutia, yang juga menjabat sebagai Deputy Chairman JFFF menjelaskan, penyelenggaraan kompetisi GMS telah banyak melahirkan model-model papan atas Indonesia. "Dengan GMS tahun ini, diharapkan kembali akan melahirkan nama baru yang secara langsung ikut berkontribusi terhadap kemajuan industri mode Tanah Air," katanya.