"Padahal di video itu saya tidak menyebutkan siapa pun atau nama siapa pun. Dan bukan hanya saya yang kena teror, tapi teman saya juga kena teror," tambah Yama.
Tidak sampai di situ, teror juga dialami ibu dari teman Yama. "Ibunya teman saya kena teror dan HP-nya di-hack. Nomornya diambil," ungkap Yama.
"Kalau mau nomornya kembali, videonya harus dihapus. Setelah video saya takedown, langsung nomor ibunya dikembalikan saat itu juga," sambungnya.
Teror tidak hanya via ponsel, tapi juga lewat paket COD. Anehnya, kata Yama, si peneror ini tahu alamat rumah, nomor ponsel, dan nama istrinya. Teror paket COD masih berlangsung hingga sekarang.
"Saya tetap mendapatkan kiriman barang COD yang nilainya lumayan besar," kata Yama.