Sangun kemudian mengungkap peristiwa yang membuat Rachel sangat kecewa. Hal ini terkait informasi mengenai rumah yang dinilai tidak transparan. Ia menyebut ada pihak yang datang mengecek rumah hingga dugaan rencana penjualan.
"Timeline-nya jauh. Orang datang dulu baru diinformasikan. Di sini kami melihat ada itikad tidak baik," katanya.
Sebagai kuasa hukum, Sangun masih berharap masalah ini bisa selesai dengan damai serta solusi yang adil bagi anak-anak kedua pihak.
"Kami harap ada solusi yang baik, dalam artian tanggung jawab itu dijalankan. Ini kembali lagi, kami mencari keadilan untuk anak-anak," tegasnya.
"(Rencana jalur hukum) Masih didiskusikan. Intinya saya sekarang di Polda, nanti ke depannya lihat saja," pungkasnya.